Diare| Penyebab Diare

Diare dan Penyebab Diare. Diare(diarrhea) adalah sebuah penyakit di mana penderita mengalami rangsangan buang air besar yang terus-menerus dengan tinja yang bersifat cair, berledir dan terkadang sampai berdarah. Diare dapat menjadi tanda-tanda gejala penyakit yang lebih serius, seperti disentri, kolera atau botulisme, dan juga dapat menjadi indikasi sindrom kronis seperti penyakit Crohn. Meskipun penderita apendisitis umumnya tidak mengalami diare, diare bisa juga menjadi gejala umum radang usus buntu.

Penyebab Penyakit Diare (Diarrhea)

Penyebab utama diare adalah infeksi pada bagian dalam saluran pencernaan. Infeksi saluran pencernaan dapat terjadi karena beberapa faktor, antara lain:
  1. Infeksi oleh bakteri, virus atau parasit seperti E.coli, Salmonella, Roravirus, dll.
  2. Alergi terhadap makanan atau obat tertentu
  3. Memakan makanan yang terlalu asam, pedas, dan atau berlemak
  4. Komplikasi dari serangan penyakit lain seperti: Campak, Infeksi telinga, Infeksi tenggorokan, Malaria, dll.
  5. Pemanis buatan
  6. Konsumsi alkohol yang berlebihan
Infeksi pada saluran pencernaan seringkali menyebabkan meningkatnya gerakan peristaltik pada dinding usus yang berakibat meningkatnya laju makanan pada saluran usus sehingga menganggu proses penyerapan air. Makanan yang tidak dicerna dengan baik juga dapat menarik air dari dinding usus. Hal inilah yang menyebabkan feses berair pada diare. Pada saat terserang diare, usus besar tidak hanya mengeluarkan air secara berlebihan tapi juga elektrolit. Kehilangan cairan dan elektrolit melalui diare ini dapat menimbulkan dehidrasi yang jika tidak segera diatasi akan dapat mengancam jiwa penderita diare.

Dalam kasus ringan, penyakit diare dapat disembuhkan dengan melakukan diet seimbang. Namun untuk kasus yang lebih berat, penderita sebaiknya segera dimendapat perawatan dari ahli medis. Untuk mencegah terserang diare, cara yang paling tepat untuk dilakukan adalah mengindari ke 6 penyebab penyakit diare diatas. Semoga bermanfaat!