Klasifikasi gempa | Jenis-jenis Gempa

Klasifikasi dan jenis-jenis gempa. Setidaknya ada sekitar 5 jenis gempa yang didasarkan pada beberapa faktor. Diantaranya:


Jenis-jenis Gempa

1. Jenis-jenis gempa berdasarkan hiposentrum gempa atau jarak pusat gempa. Jenis gempa ini dibedakan menjadi:
  • Gempa dalam, gempa yang hiposetrumnya terletak antara 300-700 km di bawah permukaan bumi
  • Gempa Intermidier, gempa yang hiposentrumnya terletak antara 100-300 km dibawah permukaan bumi
  • Gempa dangkal, gempa yang hiposentrumnya terletak kurang dari 100 km dibawah permukaan bumi
2. Jenis-jenis gempa berdasarkan bentuk episentrum gempa
  • Gempa Linier, jika episentrumnya berbentuk garis. Gempa linier biasanya terjadi pada gempa tektonik. Sebab tanah patahan merupakan sebuah garis dan bukan titik.
  • Gempa Sentral, jika episentrumnya berbentuk titik. Gempa Vulkanik dan gempa runtuhan adalah beberapa contoh jenis gempa sentral
3. Jenis-jenis gempa berdasarkan letak episentrum gempa
  • Gempa Laut, jika episentrumnya terletak di dasar laut
  • Gempa daratan, jika episentrumnya terletak didarat
4. Jenis-jenis gempa berdasarkan jarak episentralnya
  • Gempa setempat, jika jarak tempat gempa terasa ke episenralnya kurang dari 10.000 km
  • Gempa Jauh, jika jarak episentral dan termpat terasanya berjarak sekitar 10.000 km
  • Gempa sangat jauh, jika jarak episentralnya dan tempat gempa terasa lebih dari 10.000 km
5. Jenis-jenis gempa berdasarkan penyebabnya
  • Gempa Tektonik adalah gempa yang terjadi karena peristiwa dislokasi. Gempa terktonik disebut juga gempa dislokasi dan biasanya mempunyai tingkat kerusakan paling parah apalagi kalau  hiposentrumnya dangkal.
  • Gempa Vulkanik adalah gempa yang terjadi karena letusan gunung berapi.
  • Gempa Runtuhan adalah gempa yang terjadi akibat runtuhnya bagian atas litosfer keran bagian sebelah dalam berongga.
Dari Kelima jenis-jenis gempa diatas yang paling populer adalah jenis-jenis gempa berdasarkan penyebabnya. Gempa adalah peristiwa yang termasuk salah satu bencana alam yang terjadi secara tiba-tiba dan tidak bisa prediksi, dicegah atau ditanggulangi.  karena itu gempa bumi merupakan momok yang paling menakutkan karena kapan dan dimana terjadinya tidak bisa di perkirakan.