Sinopsis the King 2 heart episode 20 – Last episode. Episode terakhir the King 2 heart sungguh mengharukan. Setelah melewati begitu banyak ketegangan, akhirnya Kin Hang Ah dan Lee Jae Ha akhirnya menikah di perbatasan. Penyatuan dua hati dan dua jiwa yang berbeda atas nama cinta akhirnya berakhir dengan bahagia. Penasaran dengan akhir kisah the king 2 heart? Berikut ini Kamus Q persembahkan Sinopsis the King 2 Heart episode terakhir. Semoga menghibur.

Sinopsis the King 2 Heart last Episode

Karena ulah Bong Gu, terjadi kesalah pahaman antara korea selatan dan korea utara. Masing-masing negara telah bersiaga untuk memulai peperangan, Amerika serikat pun terlibat. Karena kemungkinan perang tidak bisa di hindari, ayah Kim Hang Ah memaksa putrinya untuk kembali ke Korea Utara dan meninggalkan Jae Ha. Hang-ah meronta-ronta dan berteriak pada ayahnya kalau ia dan Jae-ha tak terpisahkan.
“Cukup!” bentak ayah Hang-ah. Hang-ah terkejut, ayahnya tak pernah bersuara keras seperti ini padanya. ”Kalau begitu apa kau akan baik-baik saja jika kau tidak bisa melihat Ayah lagi? Orang-orang yang terpisah saat perang Utara dan Selatan baru bisa bertemu kembali setelah 35 tahun. Lalu kapan kita akan bertemu kembali? Kau…jantung Ayah…Walau telah berlalu puluhan tahun, jantung ini akan tetap menantimu. Tapi….tulang-tulang dalam tubuh Ayah…sudah tua. Jika kita berpisah seperti ini, kau hanya akan bisa menemui ayah di pemakaman.”
Tuan Kim terlihat sangat sedih. Beliau memalingkan wajahnya karena tak bisa menahan tangisnya. Hang-ah yang melihat ayahnya berduka, tak kuasa menahan kesedihannya. Namun tuan Kim tak ingin bersikap egois, bagaimanapun, baginya kebahagiaan Hang Ah adalah yang diatas segalanya. Dengan berat hati Tuan Kim berkata jika Hang-ah ingin tetap tinggal maka Hang-ah boleh tinggal. Hang-ah hanya  bisa menunduk.
Jae-ha menemui Perdana Menteri dan bertanya siapa yang telah menaikkan status perang hingga tingkat 3. Perdana Menteri dengan takut-takut berkata ia telah bernegosiasi dengan pemerintah Amerika dan itu adalah hasil keputusan Presiden Amerika Serikat. Jae-ha sangat marah. Kekuasaan militer seharusnya berada di tangannya, beraninya Amerika memutuskan sendiri. Ia kesal Perdana Menteri mengikuti keinginan Amerika tanpa berbicara dengannya terlebih dahulu… Read More