Cara menentukan Masa Subur | Cara menghitung masa subur

Cara menghitung dan menentukan masa subur pada wanita. Masa subur adalah masa di mana sel telur sudah matang dan siap untuk di buahi. Berhubungan intim pada masa subur akan dapat menyebabkan kehamilan. Karena itu bagi para wanita yang ingin hamil, di sarankan untuk melakukan hubungan intim pada masa subur. Dan bagi wanita yang tidak ingin hamil sebaiknya tidak melakukan hubungan intim pada masa subur dan kalaupun terpaksa sebaiknya menggunakan alat kontrasepsi agar tidak hamil. Cara menentukan masa subur sangatlah mudah. Meski tidak semua wanita tahu caranya. Karena itu bersama ini Kamus Q ingin berbagi dengan para pembaca yang budiman tentang bagaimana cara menghitung masa subur pada wanita.


Cara menghitung masa subur

Cara menentukan masa subur biasanya di lakukan dengan melakukan perhintungan siklus menstruasi. Untuk mengetahui siklus menstruasi biasanya di lakukan denggan menggunakan sistem kalender. Cara menghitung masa subur menggunakan siklus haid ada 2 cara, yaitu:
1. Cara menghitung masa subur bagi wanita dengan siklus haid teratur yaitu 28 hari sekali Bagi yang siklus haidnya teratur, masa subur terjadi setelah 12 hari sejak haid yang pertama. Dan masa puncak subur adalah 14 +/- 1 hari sejak haid yang pertama. Artinya haid pertama anda tanggal 1 maka masa subur pertama anda adalah tanggal 13. Dan lamanya nya masa subur adalah kurang lebih 7 hari maka penentuan masa suburnya adalah sebagai berikut:
  • H1-H6 = masa haid
  • H7-H12 = masa tidak subur
  • H13 – H20 = Masa subur (kemungkinan kecil terjadi pembuahan
  • H14 – H16 = Puncak masa subur (Kemungkinan besar terjadi pembuahan)
  • H21- H28 = Masa tidak subur
2. Cara menghitung masa subur bagi wanita yang siklus haidnya tidak teratur
Siklus haid terpendek adalah 26 hari sedangkan siklus haid terpanjang adalah 32 hari.  Bagi yang siklus haidnya tidak teratur maka pertama tama harus dicatat panjang siklus haid sekurang kurangnya selama 6 siklus. Dari jumlah hari pada siklus terpanjang, dikurangi dengan 11 akan diperoleh hari subur terakhir dalam siklus haid tersebut. Sedangkan dari jumlah hari pada siklus terpendek dikurangi 18, diperoleh hari subur pertama dalam siklus haid tersebut. Misal : siklus terpanjang = 32, sedangkan siklus terpendek = 26, maka masa subur dapat dihitung, 32 – 11 = 21, dan 26 -18 = 8, jadi masa subur berlangsung pada hari ke 8 sampai hari ke 21 setelah haid.
Benar tidaknya cara menghitung masa subur diatas tidak ada yang tahu. Namun menurut hasil penelitian para ahli perhitungan iulah yang paling layak untuk di pakai. Tapi jika kemudian terjadi kesalahan, maka wallahu a’lam … hanya Tuhan yang paling sempurna…