Teori Sel sebagai Unit Hereditas Makhluk Hidup

Teori Sel sebagai Unit Hereditas Makhluk Hidup. Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, penemuan-penemuan baru di bidang sel semakin bertambah. Dari hasil penelitian diketahui bahwa sel mempunyai unit-unit penurunan sifat yang terdapat dalam nukleus, yaitu kromosom. Dalam kromosom terdapat gen yang merupakan unit pembawa sifat. Unit pembawa sifat ini berfungsi untuk menurunkan sifat induk kepada anaknya. Baik dari segi sifat fisik maupun marfologi. Sifat bawaan pada keturunan tergantung dari jenis perkembangbiakan yang terjadi. Jika perkembangbiakan generatif, maka sifat anak merubakan perpaduan dari sifat kedua induknya. Sedangkan pada perkembangbiakan vegetatif, sifat anak hampir 100% akan sama dengan sifat induknya. Melalui penemuan ini muncullah teori bahwa sel merupakan unit hereditas makhluk hidup.

Berikut ini adalah nama-nama ilmuwan yang penemuannya mendukung perkembangan teori sel sebagai  unit hereditas makhluk hidup, antara lain adalah:

  • Robert Brown (1812), Biolog Skotlandia, menemukan benda kecil terapung dalam cairan sel yang ia sebut nukleus,
  • Felix Durjadin (1835), beranggapan bahwa bagian terpenting sel adalah cairan sel yang sekarang disebut protoplasma, dan
  • Johanes Purkinye (1787–1869), orang pertama yang mengajukan istilah protoplasma untuk menamai bahan embrional sel telur.