Percobaan Lavoisier | Hukum Kekekalan Massa

Percobaan Lavoisier. Lavoisier adalah ilmuwan yang pencetus hukum Kekekalan Massa. Hukum kekekalan Massa Lavoisier berbunyi "Massa total zat-zat sebelum reaksi akan selalu sama dengan massa total zat-zat hasil reaksi". Teori kekekalan massa Lavoisier ini di hasilkan dari sebuah percobaan yang di kenal dengan sebutan Percobaan Lavoisier.


Percobaan Lavoisier

percobaan lavoiser Lavoisier melakukan percobaan dengan memananaskan air raksa dalam tabung yang tertutup rapat. Pada suhu yang tinggi, air raksa akan terbakar dan membentuk abu dan sisa logam.  Lavoisier memastikan ini dengan menimbang berat sisa logam yang tidak bereaksi ditambah berat abu ternyata lebih besar dibandingkan dengan berat logam mula-mula. Lalu memanaskan kembali sisa logam dan abu dengan api kecil yang kemudian ternyata di hasilkan senyawa logam dan oksigen (logam oksida). Senyawa yang dihasilkan dari reaksi balik itu sama dengan jumlah zat awal sebelum reaksi

Ternyata tambahan berat pada residu air raksa berasal dari oksigen yang bereaksi dengan air raksa pada suhu tinggi hingga terbakar dan membentuk abu. Kemudian Lavoisier menarik kesimpulan bahwa pembakaran adalah proses dimana suatu senyawa bergabung dengan oksigen dan mengeluarkan energi yang berupa panas dan cahaya (api). Dari hasil percobaan lavosier di ketahui 3 hal, yaitu:

  • Bahwa api bukanlah unsur tetapi energi yang dilepaskan oleh benda,
  • Berat total tabung tertutup beserta isinya adalah sama sebelum dan sesudah reaksi,
  • Terbentuknya gabungan unsur-unsur dengan kombinasi baru.

Dari tiga hal yang tersebut diatas, Lavoisier menyimpulkan bahwa dalam suatu reaksi kimia, tak ada yang diciptakan atau dimusnahkan. Unsur-unsur itu hanya tersusun kembali dalam kombinasi yang baru. Kesimpulan inilah yang kemudian di kenal dengan istilah Hukum Kekekalan Massa atau Hukum Lavoisier.