Cara kerja Amperemeter. Amperemeter biasanya dipasang berderet dengan elemen listrik. Cara menggunakannya adalah dengan menyisipkan amperemeter secara langsung  dalam rangkaian yang terbuka dengan memperhatikan arah kutub positif dan negatif dari rangkaian tersebut. Biasanya kutub positif amperemeter terhubung dengan sumber arus, sedangkan kutub negatif tersambung dengan rangkaian. Sehingga dengan adanya amperemeter rangkaian listrik menjadi tertutup.

Cara Kerja Amperemeter mengikuti prinsip gaya Lorentz. Yaitu suatu gaya magnetik yang terbentuk ketika suatu arus mengalir melalui kumparan yang di lingkupi oleh medan magnet. Gaya Lorentz yang timbul akan menggerakan jarum galvanometer sehingga menyimpang dari posisi dari semula. Jika arus yang melalui kumparan sangat besar, maka simpangan jarum penunjuk akan besar, sebaliknya kalau arus yang lewat kecil maka simpangan jarum penunjuk juga kecil. Jika tidak ada arus, maka jarum akan kembali ke posisi semula. Dengan cara itu, kuat arus yang melalui kumparan dapat di ukur dan terbaca pada skala amperemeter. Dalam membaca amperemeter harus diperhatikan karakteristik alat ukur karena jarum penunjuk tidak selalu menyatakan angka apa adanya. Karena itu harus di konversikan dulu secara manual dengan rumus:

Kuat arus yang terukur I dapat dihitung dengan rumus:

A = Amperemeter yang digunakan                 I = Kuat arus

I = Angka skala amperemeter X A
Skala maksimum

Kemampuan amperemeter dapat ditingkatkan dengan memasang hambatan shunt secara parallel terhadap amperemeter. Besar hambatan shunt tergantung pada berapa kali kemampuannya akan ditingkatkan.