Jenis-jenis Pelapukan Kimia. Pelapukan kimiawi atau khemis adalah pelapukan yang terjadi akibat peristiwa kimia. Penyebab pelapukan kimia ini adalah air hujan dan suhu yang tinggi. Dalam proses pelapukan kimia, terjadi reaksi-reaksi antara mineral batuan yang terlarut dengan unsur-unsur mineral yang ada di sekitarnya sehingga terbentuk mineral baru. Berdasarkan rekasi yang terjadi, pelapukan kimia terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

Jenis-jenis Pelapukan Kimiawi

Berikut ini adalah jenis-jenis pelapukan kimiawi yang terjadi di alam, diantaranya:

1. Hidrolisis, adalah reaksi antara mineral silikat dan asam (larutan mengandung ion H+) dimana memungkinkan pelarut mineral silikat dan membebaskan kation logam dan silika. Mineral lempung seperti kaolin, ilit dan smektit besar kemungkinan hasil dari proses pelapukan kimia jenis ini (Boggs, 1995). Pelapukan jenis ini memegang peran terpenting dalam pelapukan kimia.

2. Hidrasi, adalah proses penambahan air pada suatu mineral sehingga membentuk mineral baru. Lawan dari hidrasi adalah dehidrasi, dimana mineral kehilangan air sehingga berbentuk anhydrous. Proses terakhir ini sangat jarang terjadi pada pelapukan, karena pada proses pelapukan selalu ada air. Contoh yang umum dari proses ini adalah penambahan air pada mineral hematit sehingga membentuk gutit.

3. Oksidasi, berlangsung pada besi atau mangan yang pada umumnya terbentuk pada mineral silikat seperti biotit dan piroksen. Elemen lain yang mudah teroksidasi pada proses pelapukan adalah sulfur, contohnya pada pirit (Fe2S).

4. Reduksi, terjadi dimana kebutuhan oksigen (umumnya oleh jasad hidup) lebih banyak dari pada oksigen yang tersedia. Kondisi seperti ini membuat besi menambah elektron dari Fe3+ menjadi Fe2+ yang lebih mudah larut sehingga lebih mobil, sedangkan Fe3+ mungkin hilang pada sistem pelapukan dalam pelarutan.

5. Karbonisasi, pada proses ini tejadi dekomposisi pada batuan atau perubahan fisik.Karbondioksida bekerja sebagai faktor pelapuk yang terpenting, air yang mengandung asam arang mempunyai daya melapukkan yang kuat. Gas asam arang dalam air itu diperoleh dari udara atau dari sisa tumbuh-tumbuhan. Batuan yang paling mudah lapuk oleh proses karbonasi adalah batu gamping.

Selain reaksi-reaksi diatas selama proses pelapukan kimia, pada beberapa proses pelaruta, beberapa mineral yang mudah larut seperti kalsit, dolomit, dan gipsum cenderung untuk membentuk komposisi baru. Sedangkan pada mineral lempung, proses pelapukan memyebabkan terjadinya proses pergantian ion ketika mineral berada dalam bentuk larutan, seperti pergantian Na oleh Ca. Untuk mengetahui lebih jelas tentang jenis-jenis pelapukan kimiawi silahkan baca artikel INI dan INI.