Penyakit Epilepsi atau Ayan. Epilepsi atau Ayan adalah penyakit saraf menahun yang menyebabkan kejang-kejang secara berkala. Serangan epilepsi dapat terjadi secara mendadak dan berulang-ulang sesuai dengan namanya epilepsi yang berasal dari bahasa Yunani yang artinya berulang-ulang. Penyakit ayan sudah di kenal lama, namun begitu, hingga kini belum di temukan cara tepat untuk menyembuhkannya 🙁

Penyakit epilepsi disebabkan oleh tidak normalnya aktivitas sel otak. Otak kita terdiri dari jutaan sel saraf (neuron), yang bertugas mengoordinasikan semua aktivitas tubuh kita termasuk perasaan, penglihatan, berpikir, menggerakkan otot, dll. Pada penderita epilepsi atau ayan, sistem korodinasi tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya. Sehingga sinyal-sinyal yang di kirim tidak dapat di terjemahkan dengan baik.

Penyakit Epilepsi atau Ayan

Penyakit epilepsi atau ayan, identik dengan kejang-kejang. Gejala kejang-kejang yang muncul dapat bervariasi dan dapat terjadi bila-bila masa :nohope: Beberapa orang dengan penyakit epilepsi pada saat mengalami kejang-kejang memiliki pandangan yang kosong dan hilang kesadaran. Karena itu sangat berbahaya jika seorang penderita ayan melakukan aktivitas yang berhubungan dengan orang banyak seperti menyetir, memasak atau mengoperasikan alat-alat berat yang membutuhkan perhatian khusus.

Penyakit epilepsi sering kali dianggap sebagai penyakit turunan. Meski pada kenyataannya, seseorang yang pernah mengalami trauma benturan di kepala atau juga dapat menderita penyakit ayan. Penyakit ini tidak dapat di obati karena kelainannya berasal dari kerusakan sistem syaraf. Tetapi :medicine: pengobatan seperti perawatan medis dan operasi terkadang berhasil menghilangkan gejala atau mengurangi frekuensi dan intensitas dari kejang-kejang. Pada beberapa anak penderita epilepsi, mereka dapat mengatasi kondisi ini seiring dengan bertambahnya usia.

Baru-baru ini para peneliti menemukan bahwa epilepsi mengganggu fungsi neurologis yang mempengaruhi fungsi sosial dalam otak, sifat yang sama terlihat juga pada penderita autisme. Karakteristik ini termasuk gangguan dalam interaksi sosial dan komunikasi. :berdukas