Kerusakan ginjal dan ginjal buatan. Ginjal dapat mengalami kerusakan akibat infeksi bakteri, pengedapan garam ataupun penimbunan urea. Jika salah satu ginjal tidak berfungsi, maka ginjal yang lain akan bekerja keras untuk mengambil alih tugas penyaringan darah tersebut. Kerja yang terlalu berlebihan ini pada akhirnya juga akan menyebabkan ginjal yang masih sehat menjadi sakit. Jika kedua ginjal tidak berfungsi, maka akan berakibat fatal.

kerusakan ginjalGinjal yang tidak berfungsi menyebabkan terjadinya penimbunan garam, air, urea dan asam metabolik di dalam tubuh. Jika hal-hal tersebut terjadi maka akan menimbulkan banyak komplikasi, seperti misalnya:

1. Terbentuknya batu ginjal.

Penimbunan garam,  akan menyebabkan terbentuknya batu ginjal dan menaikan tekanan darah. Batu ginjal merupakan endapan garam kalsium didalam rongga ginjal, saluran ginjal, atau kandung kemih. Batu ginjal ini  akan menyulitkan keluarnya urin dan menimbulkan rasa nyeri. Batu ginjal mempunyai bentuk dan ukuran yang bervariasi tergantung dari banyaknya endapan dan lamanya pengendapan. Ada yang seukuran butiran pasir, ada juga yang sebesar kerikil. Batu ginjal dapat di buang melalui pembedahan ataupun di hancurkan dengan sinar laser.

2. Keracunan Urea

Penimbunan urea akan otomatis terjadi jika ginjal tidak berfungsi dengan baik. Kadar urea yang tinggi akan menyebabkan keracunan yang dapat mengakibatkan kematian. Urea dalam ginjal merupakan sisa-sisa perombakan protein dan penyaringan darah. Jika terjadi penimbunan urea, penderita hanya mempunyai dua pilihan, yaitu cuci darah aytau cangkok ginjal. Keduanya tentusaja sangat beresiko dan membutuhkan dana yang sangat besar.

Dialisis ginjal adalah salah satu alat penganti ginjal atau di sebut juga ginjal buatan. Dengan cara ini, para penderita gagal ginjal dapat di tolong. Seperti kita ketahui, zat-zat sisa metabolisme akan menjadi racun mematikan jika tidak segera dikeluarjan dari tubuh. Dengan unit dialisis ginjal (ginjal buatan) ini, pencucian darah bisa di lakukan. Dalam prosesnya, zat sisa metabolisme di saring, di pisahkan dari darah dan di buang keluar tubuh. Penyaringan darah dari zat sisa metabolisme ini di lakukan oleh membran semipermeabel. Membran ini melewatkan zat yang berdifusi dari darah pasien ke cairan dialisis. Satu kali proses pencucian darah, alat ini dapat membersigkan +/- 500 ml darah dan prosesnya berlangsung dengan sangat cepat hingga beberapa ratus ml/menit. Hanya saja biaya untuk dialisis ini sangat mahal, apalagijika harus di lakukan secara rutin. Oleh karena itu jagalah kesehatan ginjal anda, karena itu merupakan bagian tubuh yang rentan penyakit karena kinerjanya yang tanpa henti selama 24 jam/hari.