Teori Histogen hanstein. Histogen adalahi istilah yang digunakan untuk menyebut daerah titik tumbuh akar dan batang yang letaknya biasanyadi ujung keduanya. Teori Histogen pertama kali diutarakan oleh Hanstein pada 1868. Dlam teorinya, Hanstein menyatakan bahwa ada sejenis stratifikasi (=pengelompokan, keadaan yang bertingkat–seperti pada kata “strata sosial“) pada ujung batang tumbuhan angiospermae. Hanstein menyatakan adanya bagian pusat tanaman yang diselimuti oleh beberapa lapisan yang tersusun rapi, yang saling menyelubungi dengan ketebalan yang konstan di seluruh bagian meristem apikal. Masing-masing lapisan dipercaya terdiri dari beberapa sel meristematis yang saling bertumpukan, yang terletak pada bagian paling pucuk dari batang.

Teori Histogen Hanstein

Menurut Hanstein, Histogen terdiri dari beberapa lapisan sel pembentuk jaringan, yaitu:

  • Dermatogen (pembentukan epidermis),
  • Periblem (pembentukan korteks), dan
  • Plerom (pembentukan silinder pusat).

Beberapa tahun kemudian, interpretasi teori Hanstein terhadap peran masing-masing lapisan sudah tidak digunakan lagi, tapi konsep dasar tentang adanya lapisan meristem yang bertingkat pada ujung batang tetap digunakan. Teori inilah yang mengilhami burden dan muridnya, Schmidt yang kemudian mencetuskan  teori titik tumbuh pada tumbuhan yang baru yang di sebut teori Tunika korpus.