Teori Tunika Korpus Schmidt. Teori Tunika Korpus adalah teori tentang titik tumbuh yang di cetuskan oleh seorang ahli botani bernama Schmidt. Schmidt menyatakan bahwa titik tumbuh tumbuhan terjadi pada akar dan batang. Titik tumbuh di kedua tempat ini terdiri dari 2 zona yang terpisah susunannya. Kedua zona tersebut di sebut sebagai tunika dan korpus. Karena itu teori titik tumbuh ini di sebut teori tunika korpus.

Menurut teori tunika korpus, titik tumbuh akar dan batang pada tumbuhan terdiri atas 2 zona yang terpisah susunannya, yaitu:

  • Tunika merupak lapisan terluar, yang selanjutnya berkembang menjadi jaringan primer.
  • Korpus adalah bagian pusat titik tumbuh yang memiliki kemampuan membelah ke segala arah.

Tunika yang terdiri dari satu atau lebih lapisan sel akan menyelimuti “korpus” atau jaringan pusat yang selalu aktif membelah diri. Teori ini menitikberatkan pada perbedaan dua lapisan ini, yang mana perbedaan utamanya adalah perbedaan antara pertumbuhan dan pembelahan sel.

Pertumbuhan pada tunika, yang terjadi bersamaan dengan pertumbuhan melengkung batang, mengakibatkan perluasan permukaan tumbuhan, namun tidak berpengaruh pada ketebalan masing-masing lapisan.  Pertumbuhan itu tidak mengakibatkan bagian ujung (paling atas) menjadi tipis dan bagian tepi jadi tebal.  Sedangkan, pertumbuhan silinder pusat (korpus) bertitik berat pada pertambahan massa tumbuhan. Pertumbuhan pada jaringan ini cenderung tidak reguler, yang mengakibatkan pertambahan massa tumbuhan tidak konstan. Kadang cepat, kadang pelan. Kerjasama yang baik antara pertambahan luas permukaan oleh tunika dan pertambahan volume tumbuhan oleh korpus menghasilkan keserasian pertumbuhan pada tanaman.

teori tunika korpusUntuk mengetahui lebih detail tentang teori tunika korpus schmidt dapat di lihat dari gambar di samping ini lengkap dengan keterangannya.

Model Tunika-Korpus dari “meristem apikal” (=pucuk tanaman–bagian atas–yang mengalami pertumbuhan ke atas). Lapisan epidermis [L1] dan subepidermis [L2] disebut tunika. [L3] disebut korpus. Sel-sel di L1 dan L2 membelah secara melengkung untuk menjaga lapisan-lapisan ini tetap terpisah satu sama lain. Sedangkan sel-sel L3 membelah dengan arah yang lebih random lagi.

Incoming search terms: