Hormon Auksin dan Fungsinya. Hormon auksin adalah zat pengatur tumbuh yang secara alami di hasilkan oleh tumbuhan yang berperan merangsang pembelahan dan pengembangan sel. Auksin biasanya  ditemukan pada ujung batang dan ujung akar. Hormon auksin mula-mula di temukan oleh Darwin ketika melakukan percobaan untuk mengetahui pengaruh penyinaran terhadap koleoktil. Hormon auksin memiliki sifat menjauhi cahaya. Dan keberadaan cahaya dapat menghambat kinerjanya. Hubungan antara auksin dan penyinaran dapat dibuktikan pada pola tumbuh tanaman di tempat gelap dan tanaman di tempat yang terang. Bukti bahwa aktivitas hormon auksin dihambat oleh sinar matahari adalah:

Pada tumbuhan yang di tanam di tempat gelap pertumbuhannya akan berjalan dengan cepat, dengan tekstur batang yang lemah dan daun yang pucat kekuningan. Sedangkan tumbuhan yang di tanam di bawah penyinaran, pertumbuhannya sedikit lebih lambat, tetapi tekstur batang kuat dan daunnya berwarna hijau segar.

Hormon auksin mempunyai peranan yang sangat penting dalam pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Peran hormon auksin pada tanaman pertaman kali di temukan oleh Fritz Went (1903-1990), seorah ahli botani berkebangsaan belanda. Hormon auksin di produksi dalam jaringan meristematik yang aktif, yaitu pada ujung tunas, akar dan batang. Pengaruh hormon auksin dalam kosentrasi yang berbeda pada tubuh tanaman akan mengakibatkan terjadinya pertumbuhan yang tidak seimbang. Bagian tanaman yang mangandung auksin lebih banyak akan tumbuh lebih cepat sedangkan yang bagian tanaman yang kekurangan auksin akan tumbuh dengan lambat.

Fungsi Hormon Auksin

Selain berperan dalam merangsang pembelahan dan pengembangan sel, hormon auksin juga mempunyai fungsi yang lain yang tidak kalah pentingnya. Beberapa fungsi hormon auksin yang lain adalah:

  • mempercepat masa perkecambahan
  • merangsang pertumbuhan akar dan pembentukan batang
  • mempercepat proses pertumbuhan tanaman
  • merangsang pembentukan bunga
  • mempercepat pemasakan buah
  • mengurangi jumlah biji dalam buah
  • menaikan tekanan osmotik sel tumbuhan
  • meningkatkan permeabilitas sel terhadap air
  • merangsang pembelahan sel
  • membantu pemgembangan sel
  • merangsang fototropisme dan geotropisme
  • berpengaruh dalam proses partenokarpi
  • meningkatkan sintesis protein
  • meningkatkan plastisitas sel
  • mengurangi tekanan pada dinding sel
  • dll

Cara kerja hormon auksin adalah menginisiasi pemanjangan sel dan juga memacu protein tertentu yg ada di membran plasma sel tumbuhan untuk memompa ion H+ ke dinding sel. Ion H+ mengaktifkan enzim ter-tentu sehingga memutuskan beberapa ikatan silang hidrogen rantai molekul selulosa penyusun dinding sel. Sel tumbuhan kemudian memanjang akibat air yang masuk secara osmosis. Hormon Auksin merupakan salah satu hormon tanaman yang dapat meregulasi banyak proses fisiologi, seperti pertumbuhan, pembelahan dan diferensiasi sel serta sintesa protein.

Meski hormon auksin secara alami di produksi oleh tumbuhan, tetapi manusia telah berhasil membuat hormon auksin sintetik pertama kali pada tahun 1928. Hormon auksin buatan ini diisolasi dari biji-bijian dan tepung sari bunga yang tidak aktif, dari hasil isolasi didapatkan rumus kimia auksin (IAA = Asam Indolasetat) atau C10H9O2N. Penemuan ini membuka jalan untuk terciptanya isolat-isolat auksin (auksin sintetik) yang jenisnya kini semakin beragam di dunia pertanian. Untuk mengetahui macam-macam hormon auksin sintetik dapat di baca di situs pertanian Kebun Q – the Perfect Gardener.