Nama Raja – Raja Sriwijaya. Sumber pengetahuan tentang nama raja-raja Sriwijaya sampai saat ini masih menjadi teka teki besar, tapi ada beberapa peneliti dalam hal ini yang mencoba menggali dan menemukan beberapa prasasti-prasasti yang ada di Sriwijaya. Serta ada sedikit catatan perjalanan dari orang-orang Arab-Persia yang memberikan gambaran tentang penguasa atau raja yang memerintah kerajaan ini.  Kerajaan Sriwijaya adalah Kerajaan yang terletak di daerah Sumatra. Kerajaan ini berdiri pada abad ke – 7, pada awalnya ibu kotanya terletak di Muara Takus tapi setelah wilayahnya bertambah luas, ibu kotanya selalu berpindah-pindah. Pada awal nya di Jambi lalu kemudian pindah ke Palembang. Kerajaan Sriwijaya di tulis dengan huruf pallawa dengan menggunakan bahasa melayu kuno.

Berdasarkan sumber yang ada, sejak tahun 683 Masehi telah disebutkan dalam Prasasti Kedukan Bukit bahwa masa masa pemerintahan dari masing-masing raja yang memimpin di kerajaan itu belum diketahui secara pasti, angka tahun yang ada juga hanya berupa tafsiran atau perkiraan yang di duga kuat sebagai tahun pembuatan prasasti atau pembuatan berita.

Nama Raja-raja Sriwijaya

Adapun nama-nama yang di duga kuat sebagai Raja yang pernah memimpin di Kerajaan Sriwijaya diantaranya adalah :

  1. Sri Indrawarman yang terdapat dalam berita China pada tahun 724 Masehi
  2. Sri Udayadityawarman yang terdapat dalam berita China pada tahun 960 Masehi
  3. Dapunta Hyan Srijayanasa yang terdapat dalam prasasti Kedukan Bukit pada tahun 683 Masehi dan prasasti Talang Tuwo pada tahun 684 Masehi.
  4. Sri Sudamaniwarmadewa yang terdapat dalam prasasti Leiden pada tahun 1044 Masehi.
  5. Rudrawikrama yang terdapat dalam berita China pada tahun 728 Masehi.
  6. Maharaja yang terdapat dalam berita Arab pada tahun 851     Masehi.
  7. Wishnu yang terdapat dalam prasasti Ligor pada tahun 775 Masehi.
  8. Balaputradewa yang tedapat dalam prasasti Nalanda pada tahun 860 Masehi.
  9. Sri sanggaramawijayatunggawarman yang terdapat dalam prasasti chola pada tahun 1044 Masehi

Selain itu masih ada beberapa nama raja yang pernah memimpin pemerintahan Kerajaan Sriwijaya berdasarkan naskah kuno pustaka Raiya-Raiya 1 Bumi Nusantara. Tetapi sayang naskah ini masih menjadi kontroversi karena dianggap berita yang ada dalam naskah ini tida otentik atau belum teruji kebenarannya. Meskipun begitu perkembangan masyarakan di kerajaan ini sudah sangat maju seiring dengan perkembangan kebudayaan dan pemetintahannya.

Kerajaan Sriwijaya mencapai puncak kejayaannya pada abad ke-7 dan ke-8 Masehi. Saat itu pemerintahahnya di pimpin oleh Raja Balaputradewa yang berasal dari Jawa Tengah. Balaputradewa adalah anak dari Samaratungga,Raja Mataram Kuno. Dan sejak awal abad ke-11 Kerajaan Sriwijaya mulai lemah karena terjadi peristiwa-peristiwa yang dahsyat. Sepertihalnya yang terjadi pada tahun 1025 Masehi Kerajaan Sriwijaya diserang oleh Raja Rajendra dari kerajaan Kolamandala (India) dan pada tahun 1275 Masehi, yang merupakan wilayah Sriwijaya diserang oleh Raja Kertanegara dari kerajaan Singasari. Serangan ini terkenal dengan nama Ekpedisi Pamalayu.

Dengan berdirinya Kerajaan Majapahit, Kerajaan Sriwijaya mulai tenggelam dan akhirnya pada tahun 1377 tamatlah riwayat kejayaan Kerajaan Sriwijaya yang kemudian menjadi kerajaan bawahan Majapahit.