Mitologi Dewi bulan bisa di temukan di berbagai tempat di dunia. Bahkan bisa dibilang hampir seluruh daerah memiliki legenda sendiri tentang Bulan dan Penghuninya. Karena itulah di berbagai penjuru dunia memiliki legenda dan mintologi dewi bulan sendiri.

Bulan adalah lambang keindahan, keanggunan, dan kecantikan.  Kisah-kisah tentang Mitologi dewi bulan  banyak ragamnya. Ada kisah yang mengatakan bahwa dewi bulan adalah dewi cinta yang sangat cantik rupanya. Ada juga yang mengatakan dewi bulan adalag Penyihir yang kejam. Namun yang paling seram adalah kisah Dewa bulan yang memperkosa saudaranya sendiri. Berbagai Mitlogi dewi bulan ini hanyalah kisah legenda yang sangat sulit di terima kebenarannya. Namun begitu sebagai sebuah kisah tetap saja bisa menemani tidur kita. Berikut ini berbagai kisah Mitologi dewi bulan dari penjuru dunia.

Kisah Mitologi Dewi Bulan di Dunia

1. Chang Er (Bangsa China)
adalah dewi bulan di istana kaisar langit. Chang Er tinggal di istananya dengan ditemani oleh seekor kelinci giok. Dalam buku Journey to the west disebutkan bahwa Pangeran tianfeng yang begitu tergila-gila pada dewi bulan akhirnya harus menebus kesalahannya sebagai Ci Pat kai, murid kedua dari biksu Thong. Mitologi dewi bulan dari china sangat di hormati, sehingga ada suatu festival yang sangat terkenal di musim gugur, yaitu festival kue bulan.
2. Selena (Bangsa Yunani)
Ia adalah dewi bulan bagi bangsa Yunani.  Dikisahkan Selena/Luna adalah dewi yang melakukan sebuah perjalanan di malam hari, ia dipercaya menyebarkan hasrat dan keinginan kepada para pasangan kekasih yang ada di bumi. Tak heran banyak yang menyimbolkan dan memaknai bulan sebagai sebuah daya tarik cinta dan seksual.
3. Coyolxauhqui (Bangsa Aztec)
Dalam mitologi Aztec, Coyolxauhqui merupakan dewi bulan. Dia adalah seorang putri dari Coatlicue dan penguasa Huitznahuas Centzon, keduanya adalah dewa bintang. Dewi bulan ini dianggap sebagai penyihir hebat dan memimpin saudara-saudaranya untuk melawan ibu kandung mereka sendiri. Coatlique sang ibu telah hamil melalui cara yang memalukan. Namun sang ibu dibantu oleh si jabang bayi berhasil mengalahkan Coyolxauhqui dan saudaranya, bahkan Coyolxauhqui dipenggal dan kepalanya dilemparkan ke langit, dan menjadi bulan seperti sekarang.
4. Ixchel (Bangsa Maya)
Bangsa Maya memiliki beberapa nama dewi yang berhubungan dengan mitologi bulan, salah satu yang sering disebut dan terkenal adalah Ixchel. Sosok dewi bulan yang menyimbolkan kesuburan, dan adakalanya ia lebih disebut sebagai nenek dari bulan, yang menyimbolkan penuaan dan berkurangnya kesuburan kaum perempuan.
5. Anningan (Bangsa Inuit)
Bangsa Inuit, yang hidup di belahan utara benua Amerika, tepatnya di Alaska dan Greenland, menyebutnya dengan Anningan. Memiliki perbedaan cukup mencolok dengan pengkisahan dewa-dewi bulan yang terdapat pada mitologi bangsa kuno lainnya. Dikisahkan Anningan (dewa bulan) memerkosa saudarinya sendiri, Malina (dewi matahari). Lebih buruk lagi, Anningan tetap mencoba mendapatkan cinta terlarangnya itu, itu sebabnya ia mengejarnya setiap hari di angkasa. Penampakan bulan di pagi hari ataupun siang hari, menjelaskan bagaimana Anningan sangat berharap kepada Malina.
6. Soma (Hindu)
Dalam agama hindu, soma (dewa bulan) disimbolkan dengan embrio ataupun banteng. Ia adalah simbol kesuburan, dan banteng merupakan simbol lainnya yang sangat berhubungan dengan budaya hindu seperti sumber pengobatan. Hal lainnya dalam mitologi Hindu, soma merupakan sebuah minuman yang dikonsumsi oleh para dewa.

Sari sekian banyak Mitologi dewi bulan, yang paling kusuka adalah mitologi dewi bulan dari Yunani. Dimana dewi bulan digambarkan sebagai seorang wanita yang lembut dan penuh sinta kasih. Sesuai sekali dengan penampakan bulan itu sendiri dimalam hari.