Listrik dan kelistrikan. Gara-gara sering terjadi pemadaman listrik yang tidak terduga, Dj jadi teringin untuk menulis artikel tentang listrik dan kelistrikan. Sebab sekarang ini sebagian besar kegiatan kehidupan tidak bisa dipisahkan oleh apa yang disebut dengan listrik. Bahkan di setiap tarikan nafas kita, kita memerlukan energi listrik. Bukan hanya sekedar memerlukan tapi sudah kecanduan listrik. Bisa di bilang, tanpa listrik hidup menjadi hampa dan tidak berselerah. Parah nggak sih? Bahkan Dj pribadi, setiap kali terjadi pemadaman listrik, pasti dada jadi sesak. Kenapa ya..?

Menurut buku ensiklopedia iptek, listrik adalah salah satu bentuk energi yang ditimbulkan oleh gerak partikel-partikel bermuatan yang disebut elektron. Untuk mengetahui lebih detail tentang Teori kelistrikan bisa di baca di sini. Setiap benda memiliki bagian terkecil yang disebut atom. Setiap atom mempunyai inti atom yang disebut nukleus. Nukleus terdiri dari partikel-partikel bermuatan positif yang disebut proton dan  partikel tidak bermuatan yang disebut neutron. Selain itu atom juga mempunyai partikel-partikel kecil yang dapat bergerak bebas dengan laju yang sangat cepat yang bermuatan negatif disebut elektron.  Sebuah atom dapat menerima dan kehilangan elektron. Hal inilah yang mendasari teori kelistrikan. Ketika arus listrik mengalir melakui sebuah penghantar, terjadi loncatan elektron dari satu atom ke atom yang lain. Aliran elektron dari titik yang kelebihan elektro menuju ke titik yang kekurangan elektron itulah yang disebut arus listrik. Cara mengalirnya arus listrik identik dengan cara mengalirnya benda cair yaitu dari tempat tinggi ke tempat rendah.

Sejarah listrik telah di mulai sejak masa sebelum masehi. Namun baru ketika Alessandro Volta, seorang ilmuwan dari Itali yang menemukan batterai sejarah resmi listrik di mulai. Bisa dikatakan Alessandro Volta yang hidup sekitar tahun 1745-1827 merupakan bapak perintis kelistrikan. Tentu anda masih inggat penemuan Volta yang spektakuler dan menjadi momentum perkembangan listrik yang dikenal dengan tumpukan voltaik.

Untuk memperoleh energi listrik di perlukan alat pembangkit listrik yang disebut generator. Generator ini adalah sebuah alat yang merubah tenaga mekanik menjadi energi listrik. Untuk mengerakan generator diperlukan sumber tenaga. Dahulu, sumber energi untuk mengerakan generator menggunakan sumber daya alam yang tidak dapat di perbaharui seperti batubara. Namun kini, di zaman modern, energi pembangkit listrik telah menggunakan sumber daya alam yang banyak terdapat dialam seperti air, angin, ombak, atau bahkan yang paling modern adalah energi nuklir.

Kekurangan dari pembangkit listrik tersebut adalah daya jangkaunya yang tidak luas. Karena untuk mengalirkan listrik di perlukan kawat-kawat penghantar dan tiang-tiang penyanggah. Sehingga listrik yang dihasilkan tidak dapat menjangkau daerah terpencil dan terisolir oleh alam. Karena listrik sudah menjadi kebutuhan, akhirnya para ilmuwan mencari cara untuk memperoleh energi yang mudah dan tidak tergantung pada tempat. Pilihannya dengan memanfaatkan matahari. Maka diciptakannya fotosel yang dapat merubah energi surya menjadi energi listrik yang kemudian disebut solar sel.  Apakah masa depan listrik akan terhenti sampai disini? tidak. Kabutuhan manusia akan energi listrik akan terus bertambah. Karena itu kini muncul penelitan untuk membuat baterai bertenaga nuklir yang simple, flexible dan ramah lingkungan serta memiliki kapasitas energi yang sangat tinggi. Itulah listrik masa depan yang sedang kita nanti-nantikan. Sehingga nanti tidak ada lagi istilah black aou atau pemadaman. Mungkinkah..:)