Benarkah Single itu Simple? Jika anda tanya pada Dea Bianglala ak Meysha Lestari, dia pasti akan mengiyakan dengan cepat: “Yup! Single is simple!” Sebab dia adalah wanita berpikiran sederhana yang cukup puas dengan apa yang dimilikinya sekarang. Kesendirian membuatnya bebas kemana aja dan berbuat apa saja tanpa perlu memikirkan ketidaknyamanan orang lain. Baginya selama dia punya uang yang bisa mencukupi segala kebutuhannya, dia sudah puas. Bagi dea yang penting dia punya seseorang yang selalu ready dan memanjakannya, dia sudah bahagia. Dan untuk itulah dia sangat menyayangi keluarga dan teman-temannya. Dea bianglala tidak menabur harapan untuk hari esok dengan muluk-muluk. Baginya yang terpenting adalah apa yang ada sekarang, masa depan masih tidak bisa ditentukan. Namun anehnya, meski Meysha tidak percaya pada masa depan, dia selalu menabung dan menyimpan uang.. untuk hari tua katanya. Apakah dia tidak berpikir bahwa bisa saja dia mati sebelum usia tua memutihkan semua rambutnya, benar tidak?

Tapi jika anda tanya pada orang lain, yang mempunyai polah pikir berbeda, seperti kebanyakan kita yang menatap masa depan sebagai suatu harapan untuk di jelang, kesendirian bukanlah status quo yang harus dipertahankan. Bagi saya, bisa mempunyai suami yang baik dan penuh perhatian serta seorang malaikat kecil belahan hati membuat hidup saya semakin bergairah. Sehingga harapan untuk masa depanpun bermekaran. Karena itu saya tidak pernah memaksa seorang kawan yang hingga seusia saya kini belum menemukan pendamping hidupnya untuk menyerah. Karena berkeluarga bagi mereka yang mengingikannya adalah layak untuk diperjuangkan. Betapapun banyaknya usia mereka jika keinginan untuk berkeluarga ada maka harus berjuang untuk merealisaikannya. Karena bagi orang-orang ini Single bukanlah sesimple yang di rasakan Meysha, tapi sebagai suatu kesendirian yang menyiksa.

Jadikah benarkah, single itu simple? Tergantung pada pola pikir masing-masing orang…. Bagi saya tidak perduli apakah dia single atau double… selama dia berpikiran simple…pasti akan menjadi simple. Kesederhanaan milik semua orang bukan hanya mereka yang single dan bahagia dengan kesinglelannya itu seperti Dea Bianglala. Setidaknya Dea punya saya yang bisa diajak berdebat tentang segala hal, punya saudara dan orang tua yang selalu ada disisinya dan berlimpahan uang dari aktivitas blogging dan forex tradingnya. Apalagi yang dia inginkan? Apakah kematian? Entahlah…. semua orang pasti mati. Jika seseorang tidak lagi punya harapan dalam hidupnya, hanya kematian yang dinantikannya. Karena itu taburlah harapan… sehingga anda tahu apa yang diharus dilakukan untuk mengapai impian masa depan…