Guru yang Pandai atau Guru yang bisa Mengajar? Confused smile. Pertanyaan ini adalah jebakan. Dj membaca artikel ini dalam sebuah situs pendidikan indonesia Siap.com. Penulisnya, tentu saja kenalan dekat Dj sendiri. Karena itu Dj berani menampilkan artikelnya di sini. OPini yang di sampaikannya di situs pendidikan ini pasti akan menuai kontroversial. Tetapi secara relatif, ada kebenaran yang ingin di sampaikannya. Yaitu sudah benarkan sistem recruit guru di sistem pendidikan Indonesia? Apakah seseorang yang akan mengajari orang lain harus pandai dan berpengetahuan tinggi? Ataukah yang dibutuhkan hanya kemauan untuk menjadi guru? Berikut adalah opini May Zulaikha dalam tulisannya di Siap.com

Guru yang baik adalah harus  memiliki keduanya. Guru tersebut harus pandai dan bisa membagi kepandaiannya itu kepada siswanya. Pandai dalam arti yang relatif. Yaitu setidaknya, sang guru harus menguasai bahan yang di ajarkannya. Lebih baik lagi kalau guru tersebut mengetahui segala yang berhubungan dengan bahan yang diajarkannya di tambah dengan pengetahuan-pengetahuan umum lainnya.

Mengajar membutuhkan Keahlian

Banyak orang yang pandai, memiliki pengetahuan luas, penuh ide tetapi tidak bisa mengajar, membagi ilmunya atau berbagi ide dengan orang lain.  Guru adalah profesi yang sangat kompleks. Karena guru tidak hanya mempunyai kewajiban untuk mengajar, tetapi juga harus bisa memotivasi dan menginspirasi murid-muridnya dan orang-orang di sekitarnya. Seperti gambaran situasi di bawah ini.

Sejak kecil, ketika saya bercita-cita ingin menjadi guru, orang tua saya melarang. Meski beliau tahu saya selalu mendapatkan nilai terbaik di kelas, pandai di segala bidang, tetapi saya mempunyai satu kekurangan, yaitu tidak bisa membagi pengetahuan pada orang lain dengan baik dan benar.  Saya mungkin bisa mengerjakan segala tugas yang di berikan pada saya dengan baik dan sempurna. Tetapi ketika saya harus mengajari orang lain agar bisa mengerjakan tugas tersebut seperti langkah-langkah yang saya lakukan saya mengalami kesulitan.  Sejak itu, walaupun saya sangat ingin menjadi guru, saya hanya memendamnya dalam hati saja. Karena saya tahu bahwa saya tidak akan bisa mengajari orang lain dengan baik.

Tidak banyak orang pandai yang menyadari bahwa mereka tidak memiliki bakat mengajar. Dan walaupun seberapa kuat mereka berusaha memupuk agar bakat itu muncul dalam dirinya, tetap saja dia tidak bisa. Karena meski panggilan nuraninya adalah menjadi guru, tetapi dia merasa tidak berhak mempora-porandakan sistem pendidikan demi hasrat dirinya.

Ada lagi masalah yang lebih besar. Yaitu seseorang yang tidak pandai dan pengetahuannya sedikit tapi memilih untuk menjadi guru dan mengajar. Kasus seperti ini banyak sekali kita temui di masyarakat. Guru yang tidak menguasai materi ajarnya. Logikanya, kalau dia saja tidak tahu, bagaimana dia bisa mengajari orang lain? Masalahnya, sistem pendidikan kita tidak menyaring orang yang layak dan memiliki kemampuan menjadi guru. Siapapun yang mau menjadi guru di terima dengan tangan terbuka terlepas apakah dia layak atau tidak mengajari generasi penerus bangsa dengan pengetahuan dan kemampuannya dimilikinya. Karena untuk menjadi guru yang baik, seseorang bukan hanya harus pandai tetapi juga harus bisa mengajar. Atau selain bisa mengajar, seorang guru juga harus pandai, cerdas dan tangkas. Thumbs up

Menurut Dj, seorang guru bukan hanya harus pandai mengajar tetapi juga harus memiliki pengetahuan. Sebab sudah merupakan peraturan yang tidak perlu di ucapkan lagi bahwa seorang ‘guru’ harus lebih pandai daripada muridnya dalam hal bidang yang diajarkannya.