Definisi konfigurasi elektron. Pengertian konfiguirasi elektron. Yang di maksud dengan konfigurasi elektron.  Arti kata konfigurasi elektron. Konfigurasi elektron yaitu:

Konfigurasi elektron adalah susunan elektron pada masing-masing lintasan. Konfigurasi elektron baru tercetus dalam model atom Bohr, konfigurasi elektrondimana lintasan-lintasa elektron dan kulit-kulitnya menjadi pembahasan utama. Data yang digunakan untuk menuliskan konfigurasi elektron adalah nomor atom suatu unsur. Karena nomor atom tesebut menyatakan jumlah elektron dalam atom unsur tersebut. Sedangkan elektron pada kulit terluar dikenal dengan sebutan elektron valensi. Susunan elektron valensi sangat menentukan sifat-sifat kimia suatu atom dan berperan penting dalam membentuk ikatan dengan atom lain.

Untuk menemukan konfigurasi elektron suatu unsur, ada beberapa peraturan yang harus di ketahui, yaitu:

  1. Penyusunan konfigurasi elektron di mulai dari lintasan yang terdekat dengan inti, masing-masing lintasan di sebut kulit ke-1 (kulit K), kulit ke-2 (kulit L), kulit ke-3 (kulit M ), kulit ke-4 ( kulit N ), dan seterusnya.
  2. Jumlah elektron maksimul (paling banyak) yang dapat menempati masing-masing kulit adalah 2 n2.  Dimana n = nomor kulit.
    Contohnya: Kulit ke-1 (K)= 2(12),maksimal dapat menampung 2 elektron.
                             Kulit ke-2 (L)= 2(22), maksimal  dapat menampung 8 elektron
                             Kulit ke-3 (M)= 3(23), maksimal dapat menampung 18 elektron
  3. Kulit yang paling luar hanya boleh mengandung maksimal 8 elektron.

Elektron-elektron dapat berpindah dari satu aras energi ke aras energi yang lainnya dengan emisi atau absorpsi kuantum energi dalam bentuk foton. Oleh karena asas larangan Pauli, tidak boleh ada lebih dari dua elektron yang dapat menempati sebuah orbital atom, sehingga elektron hanya akan meloncat dari satu orbital ke orbital yang lainnya hanya jika terdapat kekosongan di dalamnya. Pengetahuan atas konfigurasi elektron atom-atom sangat berguna dalam membantu pemahaman struktur tabel periodik unsur-unsur. Konsep ini juga berguna dalam menjelaskan ikatan kimia yang menjaga atom-atom tetap bersama.

Para ahli ilmu alam,  menggunakan notasi standar untuk mendeskripsikan konfigurasi-konfigurasi elektron atom dan molekul. Untuk atom, notasinya terdiri dari untaian label orbital atom (misalnya 1s, 3d, 4f) dengan jumlah elektron dituliskan pada setiap orbital (atau sekelompok orbital yang mempunyai label yang sama). Untuk atom dengan banyak elektron, notasi ini akan menjadi sangat panjang, sehingga notasi yang disingkat sering digunakan. Konfigurasi elektron fosfor, misalnya, berbeda dari neon (1s2 2s2 2p6) hanya pada keberadaan kelopak ketiga. Sehingga konfigurasi elektron neon dapat digunakan untuk menyingkat konfigurasi elektron fosfor. Konfigurasi elektron fosfor kemudian dapat ditulis: [Ne] 3s2 3p3. Konvensi ini sangat berguna karena elektron-elektron pada kelopak terluar sajalah yang paling menentukan sifat-sifat kimiawi sebuah unsur.

Urutan penulisan orbital tidaklah tetap, beberapa sumber mengelompokkan semua orbital dengan nilai n yang sama bersama, sedangkan sumber lainnya mengikuti urutan berdasarkan asas Aufbau. Sehingga konfigurasi Besi dapat ditulis sebagai [Ar] 3d6 4s2 ataupun [Ar] 4s2 3d6 (mengikuti asas Aufbau).