Hormon Etilen dan Fungsinya. Hormon etilen adalah zat pengatur tumbuh pada tanaman yang dalam keadaan normal akan berbentuk gas. Hormon etilen di produksi oleh tanaman sebagai hasil dari dari proses metabolisme normal. Etilen diproduksi oleh tumbuhan tingkat tinggi dari asam amino metionin yang esensial pada seluruh jaringan tumbuhan. Produksi etilen bergantung pada tipe jaringan, spesies tumbuhan, dan tingkatan perkembangan umbuhan.  Karena seringkali di temukan dalam fase gas, hormon etilen lebih di kenal dengan istilah gas etilen.  Gas etilen tidak berwarna dan mudah menguap. Etilen memiliki struktur yang cukup sederhana danhanya diproduksi oleh tumbuhan tingkat tinggi.

Fungsi hormon Etilen

Hormon etilen dapat bekerja secara sinergis dengan hormon auksin pada kosentrasi yang rendah. Tetapi pada kosentrasi yang lebih tinggi dari auksin dan giberelin, keberadaan hormon etilen akan menghambat proses pembentukan batang, akar dan bunga. Fungsi utama hormon etilen pada tumbuhan adalah pada proses pematangan buah. Namun selain itu, hormon etilen juga mempunyai peranan lain yang sangat signifikan, diantaranya adalah;

  • Mengakhiri masa dormansia
  • Merangsang pertumbuhan akar dan batang
  • Pembentukan akar adventif
  • Merangsang absisi buah dan daun
  • Merangsang induksi bunga Bromiliad
  • Induksi sel kelamin betina pada bunga
  • Merangsang pemekaran bunga
  • Membantu mematangkan buah
  • terlibat dalam proses gugurnya daun, bunga dan buah
  • Mempengaruhi pembentukan protein yang di perlukan dalam aktivitas pertumbuhan

Karena pengaruhnya dalam proses pematangan buah, hormon etilen seringkali di gunakan oleh para petani buah, distributor dan importir buah untuk membantu/mempercepat proses pematangan buah. Biasanya, demi tujuan tertentu, buah di petik dalam kondisi masih stengah matang atau mentah untuk memudahkan proses pengangkutan. Baru segera tiba di tempat tujuan, buah-buahan tersebut di berikan etilen sehingga cepat masak dan bisa segera di beli orang.

Namun ternyata selain dapat membantu dalam proses pematangan buah, gas etilen juga mempunyai pengaruh sangat besar pada proses pembusukan buah. Seringkali muncul kejadian di mana sebuah buah yang terlalu matang dan busuk akan menyebabkan buah-buah lain yang stu wadah dengannya menjadi matang dan busuk semua. Hal ini karena penyebaran gas etilen yang di lepaskan oleh buah yang masak merangsang kematangan buah yang lain.