Letak Kerajaan Kediri – Daha. Kerajaan Kediri merupakan Kerajaan besatr yang terletak di Jawa Timur, yang berdiri pada abad ke 12 M dan masih merupakan bagian dari Kerajaan Mataram Kuno. Karena kerajaan ini lahir atas pembagian Kerajaan Mataram oleh Raja Airlangga, Ia Memecah Kerajaan Kahuripan menjadi dua, yaitu Jenggala dan Kediri yang beribukota di Daha untuk dua orang putranya agar tidak terjadi pertumpahan darah atau perang saudara. Namun usaha ini tidak berhasil, mereka selau berselisih. Perang saudara tersebut akhirnya dimenangkan oleh Kediri. Kerajaan Kediri akhirnya tumbuh menjadi Kerajaan Besar. Pada masa Kerajaan Kediri, perkembangan masyarakat sudah jauh lebih maju dibandingkan dengan masyarakat yang hidup pada masa-masa sebelumnya. Demikian pula dengan kebudayaannya yang maju pesat seiring dengan perkembangan pemerintahannya.

Samarawijaya adalah putra dari Airlangga. Ia merupakan Raja pertama sekaligus sebagai pendiri Kerajaan Kediri. Samarawijaya tidak diketahui dengan pasti berlangsung berapa lama Ia memimpin Kerajaan Kediri. Kemungkinan Raja Samarawijaya memulai pemerintahannya yaitu pada saat pemisahan Kerajaan kerajaan oleh Airlangga, yaitu sekitar tahun 1042. Tahun itu adalah tahun yang sama yang di yulis di dalam prasasti Pamwatan. Raja kedua Kerajaan Kediri adalah Sri Jayawarsa, yang di sebut dalam prasasti Sirah Keting pada tahun 1104, namun itu belum bisa dipastikan bahwa ia sebagai pengganti langsung Samarawijaya atau bukan. Ia adalah Raja yang sangat giat memajukan sastra sehingga ia dikenal dengan gelar Sastra Prabu (Raja Sastra). Raja ketiga Kerajaan Kediri adalah Raja Sri Bameswara yang disebut dalam Prasasti Pandegelan I, Prasasti Panumbangan dan Prasasti Tangkilan. Sedangkan Raja Keempat sekaligus sebagai Raja yang paling terkenal dan terbesar di Kerajaan Kediri adalah Raja Jayabaya. Ia memerintah mulai dari tahun 1135-1157 Masehi.

Pada masa pemerintahan Raja Jayabaya telah ditulis pada sebuah Kitab Kakawin dengan nama Bharatayudha oleh Empu Sedahyang diteruskan oleh Empu Panuluh karena Empu Sedah meninggal dunia. Kitab Kakawin Bharatayudha menggambarkan perang saudara antara Pandawa dan Kurawa. Kitab ini banyak diilhami oleh perang saudara yang terjadi antara Kerajaan Jenggala melawan Kerajaan Panjalu (Kediri).
Raja yang kelima Kerajaan Kediri adalah Raja Sri Saryeswara, Raja yang keenam adalah Raja Aryeswara, raja yang ketujuh adalah Raja Sri Gandhra yang di sebutkan dalam Prasasti Jaring, masa pemerintahannya kurang lebih hanya satu tahun, raja kedelapan Kerajaan Kediri adalah Raja Kameswara yang disebutkan dalam prasasti Ceker dan dalam kakawin Samaradhana. Dalam kakawin dikisahkan tentang perkawinan antara Kameswara dengan putri Jenggala. Raja kesembilan sekaligus raja terakhir Kerajaan Kediri adalah Raja Kertajaya yang disebut dalam Prasasti Gulunggung, Prasasti Kamulan,Prasasti Palah, Prasasti Wates Kulon dan Kakawin Negarakertagama serta Kakawin Pararaton.

Pada awalnya letak Kerajaan Kediri berada di Daha. Daha berarti Kota Api. Dipindahkan ke Kediri. Kerajaan Kediri semakin berkembang. Kemudian pusat Kerajaannya adalah di tepi sungai Berantas, pada masa itu jalur ini telah menjadi jalur pelayaran yang sangat ramai. Pada masa kejaannya, Kerajaan Kediri telah menjadi Kerajaan Maritim yang menguasai perairan Timur wilayah Nusantara. Dan pada masa kejayaan itu wilayah Kerajaan Kediri meliputi seluruh Jawa dan beberapa Pulau di Nusantara, bahkan sampai mengalahkan pengaruh Kerajaan Sriwijaya di Sumatra.