Nama Raja-Raja Mataram Kuno. Kerajaan Mataram Kuno adalah Kerajaan ketiga yang di pengaruhi oleh masuknya agama yang bercorak Hindu-Buddha ke Indonesia. Kerajaan Mataram Kuno terletak di Jawa Tengah dengan pusatnya di Lembah Kali Progo yang meliputi Magelang, Muntilan, Sleman dan Yogyakarta. Raja yang pertama kali memerintah adalah Raja Sanjaya, Raja Sanjaya adalah penganut agama Hindu. Sumber berita adanya Kerajaan Mataram Kuno adalah adanya Prasasti Canggal, prasasti ini berisi tentang pendirian sebuah Lingga di Desa Kunjarakunja. Prasasti Canggal menggunakan huruf Pallawa dan Bahasa Sanksekerta.  Prasasti ini mengulas sekilas tentang raja-raja kerajaan mataram kuno yang di mulai dari raja Sanjaya.

Nama raja-raja Kerajaan Mataram Kuno

Adapun nama raja-raja kerajaan mataram kuno yang tercatat dalam sejarah antara lainadalah:

  • Raja Sanjaya, pendiri kerajaan mataram kuno
  • Rakai Panangkaran,
  • Raja Samaratungga
  • Rakai Garung
  • Balaputradewa (raja Sriwijaya)
  • Rakai Pikatan
  • Rakai Kayuwangi
  • Rakai Watuhumalang
  • Rakai Watukura Dyah Balitung
  • Raja Wawa

Setelah Raja Sanjaya wafat, Ia digantikan oleh putranya yang bernama Panangkaran. Pada masa pemerintahan Raja Panangkaran. Agama Buddha mulai masuk ke Jawa Tengah sehingga keturunan Syailendra sudah ada yang memeluk agama Buddha. Setelah Raja Panangkaran wafat, kerajaan Mataram Kuno terpecah menjadi dua. Keturunan Syailendra yang beragama Hindu membangun Kerajaan Mataram di Jawa Tengah bagian Utara dan keturunan Syaillendra yang beragama Buddha membangun Kerajaan Mataram di Jawa Tengah bagian Selatan. Raja Samaratungga adalah Raja yang memerintah Kerajaan Mataram Kuno di Jawa Tengah bagian Selatan. Ia mempunyai dua orang putra dari istri yang berbeda. Yang kesatu adalah Pramodhawardhani yang kemudian dikawinkan dengan Rakai Pikatan, pengganti Rakai Garung yang memerintah Jawa Tengah bagian Utara. Kedua adalah Balaputradewa, yaitu hasil dari perkawinan antara Raja Samaratungga dengan seorang putri dari Kerajaan Sriwijaya. Balaputradewa memerintah Jawa Tengah bagian Selatan dari sekitar tahun 833-856 Masehi.

Lalu kemudian, setelah Raja Samaratungga wafat, kedudukannya digantikan oleh Balaputradewa. Tapi setelah itu terjadilah perang saudara di Mataram Kuno dengan wilayah Jawa Tengah bagian selatan. Perang saudara tersebut antara Pramodhawardhani dengan suaminya Rakai Pikatan disatu pihak dengan Balaputradewa di pihak lain. Dan pada tahun 856 M, Rakai Pikatan berhasil mengusir Balaputradewa, yang kemudian melarikan diri ke Sriwijaya. Akhirnya Pramodhawardhani bersama suaminya (Rakai Pikatan) dapat memerintah kerajaan dengan tenang. Setelah Rakai Pikatan wafat, berturut-turut yang menggantikannya adalah Rakai Kayuwangi, Rakai Watuhumalang, Rakai Watukura Dyah Balitung, Raja Daksa, Raja Tulodong, Raja Wawa (merupakan Dinasti Raja Sanjaya yang terakhir).