Pendiri Candi Borobudur. Pendiri candi borobudur adalah Raja Samaratunggal, raja wangsa Syailendra dari kerajaan Mataram Kuno. Candi borobudur di dirikan pada akhir abad ke VII dan awal abad ke IX.  Atau tepatnya sekitar tahun 850 Masehi. Sedangkan Arsiteknya bernama Darmawangsa.Pendiri candi borobudur

Candi Borobudur adalah Candi Budha yang sangat luar biasa megahnya. Relief Candi Borobudur menggambarkan ajaran agama Buddha,Candi Borobudur juga banyak dihiasi Patung Buddha dan Stupa. Candi Borobudur merupakan perpaduan antara budaya asli Indonesia dengan budaya Buddha karena Candi ini memang bercorak Buddha yang berasal dari india. Ini bisa dilihat dari stupa-stupa dan relief-reliefnya. Candi Borobudur dibangun oleh para penganut agama Buddha Mahayana pada masa pemerintahan Wangsa Syaillendra. Meskipun Candi Borobudur mendapat pengaruh Buddha tetapi tetap tidak meninggalkan corak Indonesia asli, candi ini memang mempunyai bentuk limas berundak-undak. Bentuk ini merupakan perkembangan bentuk punden berundak-undak, punden berundak-undak adalah salah satu bentuk bangunan Megalitik yang biasa dibangun oleh nenek moyang kita sejak zaman purba.

Candi Borobudur merupakan Candi Buddha yang memiliki 1460 relief dan 504 Stupa Buddha di kompleksnya. Candi ini dibangun pada masa kejayaan dinasti Syaillendra. Raja Samaratungga yang memerintah Mataram Kuno di Jawa Tengah bagian Selatan dan mempunyai dua orang putra dari istri yang berbeda. Berdasarkan prasasti kayumwungan, seorang Indonesia bernama Hudaya Kandahjaya mengungkapkan bahwa Borobudur adalah sebuah tempat ibadah yang selesai dibangun 26 Mei 824, hampir seratus tahun sejak masa awal dibangun nama Borobudur sendiri menurut beberapa orang berarti sebuah gunung yang berteras-teras (Buddhara) sementara beberapa yang lain mengatakan bahwa Borobudur berarti biara yang berada ditempat yang tinggi.

Bangunan Borobudur berbentuk punden berundak yang terdiri dari 10 tingkat, tingginya 42 meter sebelum direnovasi dan 34,5 meter setelah direnovasi karena tingkat paling bawah berbentuk bujur sangkar dan tiga tingkat diatasnya berbentuk lingkaran dan satu tingkat tertinggi yang berupa stupa Buddha yang menghadap kearah barat. Setiap tingkatan pada Candi ini melambangkan tahapan kehidupan manusia. Sesuai dengan Mahzab Buddha Mahayana, bahwa stiap orang yang ingin mencapai tingkat sebagai Buddha mesti melalui setiap tingkatan kehidupan tersebut. Bagian dasar Borobudur disebut Kamaradhatu, ini melambangkan manusia yang masih terikat nafsu. Empat tingkat diatasnya disebut Ruphadatu yang melambangkan manusia yang telah dapat membebaskan diri dari nafsu namun masih terikat rupa dan bentuk. Pada tingkat tersebut patung Buddha di letakan terbuka. Sementara, tiga tingkat diatasnya dimana Buddha diletakan didalam stupa yang berlubang-lubang disebut Aruphadatu, ini melambangkan manusia yang telah terbebas dari nafsu, rupa dan bentuk. Bagian paling atas yang bernama Arupa melambangkan nirwana yaitu tempat Buddha bersemayam. Setiap tingkatan memiliki relief-relief indah yang menunjukan betapa mahir pembuatnya. Relief itu akan terbaca secara runtut bila anda berjalan searah jarum jam (yaitu arah kiri dari pntu masuk candi).